Peluang Bisnis Rumput Laut E-mail
Written by Admin   
Sunday, 01 February 2009
Seaweed

Rumput laut memiliki nilai jual yang semakin meningkat, dikarenakan kebutuhan pasar dunia yang masih minus 50% pada masa sekarang. Setiap kg rumput laut kering dapat dijual dengan harga antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kg. Dengan masa tanam yang relatif singkat sekitar 45 hari, panen 8 kali dalam setahun, hasil panen 5.000 kg / hektar, serta biaya produksi yang rendah, maka budidaya rumput laut sangat memberikan harapan penghasilan yang relatif cukup tinggi bagi para pelaku bisnis ini.

 

Supply

 

Berpijak pada kondisi inilah, BSM (PT. Biliton Sejahtara mandiri), sebuah Perusahaan yang bergerak dalam Industri Rumput Laut yang telah memiliki Lahan Budidaya Rumput Laut seluas 10.000 hektar di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta telah menjalin kerjasama teknologi, operasional dan pemasaran dengan perusahaan Malaysia & Jepang, mengajak beberapa Individu terpilih untuk berinvestasi dalam bisnis rumput laut guna turut mewujudkan harapan kedepan yaitu menjadikan Indonesia menjadi eksportir terbesar bahan mentah rumput laut, sekaligus menjadi negara terbesar eksportir hasil olahan rumput laut di dunia. 

Penawaran Investasi ini bersifat terbatas dan dapat ditutup sewaktu-waktu apabila kuota nilai investasi telah mencukupi. Bagi para Investor yang berminat ber-investasi di bidang Budidaya Rumput Laut ini, silahkan menghubungi kami di sini!

--------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Mengapa ber-Bisnis Budidaya Rumput Laut ? 

 

Karena Sifatnya yang khas, maka Budidaya Rumput Laut hanya mungkin dikembangkan di 9 Negara di dunia, dan salah satunya adalah Indonesia. Dalam beberapa waktu ke depan, rumput laut hanya akan diproduksi di Indonesia. Ini terkait dengan kualitas perairan di berbagai wilayah dunia yang kian menurun sehingga tidak layak lagi untuk budidaya rumput laut. Tak cuma itu, di beberapa negara yang selama ini dikenal sebagai produsen rumput laut dunia masih harus menghadapi  cuaca dan musim yang tak mendukung bagi produksi rumput laut. Indonesia beriklim tropis sehingga memungkinkan untuk budidaya rumput laut sepanjang tahun. Perairan Indonesia juga relatif masih bersih.

 

Oleh karenanya Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna. Indonesia memiliki luas area untuk kegiatan budidaya rumput laut seluas 1.110.900 ha, tetapi pengembangan budidaya rumput laut baru memanfaatkan lahan seluas 222.180 ha (20% dari luas areal potensial). Jenis rumput laut yang banyak diminati pasar adalah jenis Euchema spinosum, Euchema cottonii dan Gracilaria sp.

 

Selain sebagai sumber pangan, berdasarkan hasil penelitian rumput laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, yaitu sebagai bahan untuk biofuel. Keberadaan rumput laut sebagai sumber alternatif energi merupakan hal baru yang harus didukung dan dikembangkan. Mikro alga sebagai biodisel dinilai lebih kompetitif dibandingkan komoditas lainnya. Dimana, 1 ha lahan mikro alga dapat menghasilkan 58.700 liter (30% minyak) pertahunnya atau jauh lebih besar dibandingkan jagung (172 liter/tahun) dan kelapa sawit (5.900 liter/tahun). Selain itu, mikro alga juga tidak dihadapkan pada masalah baru pada saat didorong sebagai sumber energi karena rumput laut tidak dikonsumsi setiap hari, dan budidayanya tidak memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, selain sebagai sumber pangan keberadaan rumput laut sebagai sumber energi dan industri kosmetik harus terus dipromosikan.

 

 

Rumput laut akan menjadi komoditas utama dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna, karena beberapa keunggulannya, antara lain:  peluang ekspor terbuka luas, harga relatif stabil, belum ada quota perdagangan bagi rumput laut; teknologi pembudidayaannya sederhana, sehingga mudah dikuasai; siklus pembudidayaannya relatif singkat, sehingga cepat memberikan keuntungan; kebutuhan modal relatif kecil; merupakan komoditas yang tak tergantikan, karena tidak ada produk sintetisnya; usaha pembudidayaan rumput laut tergolong usaha yang padat karya, sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Kegunaan rumput laut sangat luas, dan dekat sekali dengan kehidupan manusia.

 

Produksi rumput laut secara nasional pada tahun 2005 mencapai 910.636 ton, dan meningkat menjadi 1.079.850 ton pada tahun 2006. Angka ini merupakan angka yang cukup signifikan dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, yakni 933,000 ton untuk sasaran tahun 2005, dan 1.120.000 ton sasaran pada tahun 2006. Dalam program revitalisasi perikanan budidaya sasaran produksi rumput laut pada tahun 2009 adalah sebesar 1.900.000 ton. Oleh karenanya, strategi pencapaiannya ditempuh melalui pola pengembangan kawasan dengan komoditas Euchema sp. dan Gracilaria sp. Luas lahan pengembangan yang diperlukan sampai tahun 2009 adalah sekitar 25.000 ha, dimana seluas 10.000 ha untuk Gracilaria sp., dan 15.000 ha untuk Euchema sp.

 

Pengembangan komoditas rumput laut memerlukan investasi dan modal kerja sebesar Rp.70.984 juta per ha-nya dengan rincian Rp. 2.774 juta untuk Gracilaria sp., dan Rp. 68.210 juta untuk Euchema sp.

 

Rumput laut memiliki nilai jual yang semakin meningkat, dikarenakan kebutuhan pasar dunia yang masih minus 50% pada masa sekarang. Setiap kg rumput laut kering dapat dijual dengan harga antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kg. Dengan masa tanam yang relatif singkat sekitar 45 hari, panen 8 kali dalam setahun, hasil panen 5.000 kg / hektar, serta biaya produksi yang rendah, maka budidaya rumput laut sangat memberikan harapan penghasilan yang relatif cukup tinggi bagi para pelaku bisnis ini.

Seaweed Market

Berpijak pada kondisi inilah, BSM (PT. Biliton Sejahtara mandiri), sebuah Perusahaan yang bergerak dalam Industri Rumput Laut yang telah memiliki Lahan Budidaya Rumput Laut seluas 10.000 hektar di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta telah menjalin kerjasama teknologi, operasional dan pemasaran dengan perusahaan Malaysia & Jepang, mengajak beberapa Individu terpilih untuk berinvestasi dalam bisnis rumput laut guna turut mewujudkan harapan kedepan yaitu menjadikan Indonesia menjadi eksportir terbesar bahan mentah rumput laut, sekaligus menjadi negara terbesar eksportir hasil olahan rumput laut di dunia.

 

 

Penawaran Investasi ini bersifat terbatas dan dapat ditutup sewaktu-waktu apabila kuota nilai investasi telah mencukupi. Bagi para Investor yang berminat ber-investasi di bidang Budidaya Rumput Laut ini, silahkan menghubungi kami di sini!

Last Updated ( Tuesday, 17 February 2009 )
 
< Prev